Cara Menanam Bibit Markisa Agar Berbuah Lebat

Biji Buah Markisa tidak bisa ditanam pada lahan sembarangan. Penanaman bibit markisa biasanya dilakukan di dataran tinggi supaya dapat tumbuh dan berbuah lebat. Tidak hanya di dataran tinggi saja, markisa juga dapat tumbuh di dataran rendah beriklim hangat serta tidak mengalami musim dingin yang ekstrim. Lantas bagaimana cara menanam markisa?

cara menanam biji buah markisa

Lebih lengkap step by step cara menanam biji buah markisa supaya berbuah lebat bisa dilihat berikut ini:

1. Menggunakan biji buah markisa yang segar

Menggunakan biji segar yang dikeringkan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Ambil biji markisa secukupnya, cuci hingga bersih. Biji dibiarkan selama 3 atau 4 hari, pastinya biji tersebut benar-benar kering.

Biji yang telah kering lalu tidak sengaja terkena air maka mengalami dapat mengalami proses perkecambahan biji dapat memakan waktu selama 10 sampai 20 hari. Oleh karena itu Anda harus menyimpannya ditempat kering.

2. Mempersiapkan wadah dan media tanam

Tempat menanam bibit markisa bisa menggunakan wadah pot, ukuran ideal pot yaitu 90 cm 2 . Wadah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah liat, pasir kasar, dan kompos.

3. Membuat parit dangkat di media tanam

Buatlah parit yang dangkal didalam tanah. Tujuan membuat parit yaitu membuat proses pembuangan air di dalam wadah menjadi lancar, apabila air lengalir dengan lancar maka biji markisa yang ditanam tidak tenggelam.

4. Menanam biji

Tanam biji pada media tanam dengan jarak 1,5 cm antar parit. Tutupi biji dengan tanah, kemudian siram menggunakan air secukupnya.

5. Memindahkan tanaman markisa

Tanaman markisa yang tumbuh setinggi 20 cm di dalam pot, bisa dipindahkan segera ke lahan penanaman. Pindahkan secara hati-hati agar tidak merusak akar maupun bagian tanaman lainnya.

Cara menanam biji buah markisa di atas bisa dilakukan di rumah. Selesai melakukan penanaman, Anda harus merawat tanaman tersebut setiap hari. Perawatan dilakukan dengan cara menyiram tanaman secara rutin, memberi pupuk tiga kali dalam setahun, dan melakukan membersihkan nematoda yang menyerang tanaman agar tetap sehat. Perawatan yang rutin dapat membuat pertumbuhan tanaman markisa menjadi cepat dan berbuah lebat.